Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

 Kena Bridge of Spirits jagatplay 75

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang diambil oleh Sony Interactive Entertainment tahun lalu untuk memperkenalkan Playstation 5. Karena tidak selalu mengandalkan developer kawakan dengan segudang game AAA yang sempat mereka telurkan untuk pasar, beberapa judul yang dibawa datang dari developer yang sepak terjangnya masih terhitung muda. Dari jajaran barisan tersebut, muncul lah sebuah game fantasi yang mirip dengan film-film racikan Disney dan Pixar – Kena: Bridge of Spirits. Namun tidak lantas jatuh sederhana, ia mengusung genre action yang terlihat menarik.


Namun sayangnya, di tengah hype yang kencang, Kena: Bridge of Spirits justru sempat mengalami penundaan yang kemudian, diikuti dengan ragam rumor negatif. Banyak yang meyakini bahwa keputusan Sony untuk tidak menghadirkannya sebagai game highlight di ajang Playstation Showcase 2021 kemarin adalah indikasi bahwa rilisnya akan bermasalah. Namun pada akhirnya, tidak satupun dari spekulasi negatif tersebut terbukti. Kena: Bridge of Spirits akhirnya dilepas dalam format digital untuk Playstation dan PC, dengan kualitas dan resepsi positif yang bagi gamer Indonesia, dibangun dengan “kedekatan” istimewa tertentu,


Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kena: Bridge of Spirits ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang siap membuat Anda tersihir karena fantasinya yang elok? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.


Plot

Kena Bridge of Spirits jagatplay 105

Di sebuah dunia misterius yang tidak banyak diceritakan latar belakangnya, hiduplah seorang Spirit Guide yang juga jadi tokoh protagonis utama untuk seri ini – Kena. Hendak bergerak menuju ke Mountain Shrine, ia menemukan sebuah desa kosong yang sudah porak poranda karena satu dan dua hal. Mengingat ada begitu banyak jiwa yang “tertahan” di dunia nyata karena kejadian yang sama, ia pun menjalankan perannya.

Sembari membantu para jiwa yang “tertinggal”, Kena menemukan kenyataan pahit yang melanda desa misterius yang dimaksud. Bahwa sebagian besar jiwa-jiwa ini adalah mereka yang sedang melakukan sesuatu yang penting atau terikat satu sama lain karena hubungan emosional yang kuat sebelum event destruktif skala besar dipicu oleh Mountain Shrine. Tidak ada yang memiliki informasi apa yang sebenarnya terjadi dengan kuil yang hendak ia tuju tersebut. Satu yang pasti, Kena terus mendapatkan visi soal sosok misterius yang seperti bisa Anda prediksi, berusaha menghentikan langkahnya.

Lantas, tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh Kena? Apa yang akan ia temukan di Mountain Shrine? Arwah-arwah penasaran seperti apa yang harus ia bantu? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut tentu bisa Anda dapatkan dengan memainkan Kena: Bridge of Spirits ini.


Fantasi Elok

Kena Bridge of Spirits jagatplay 101

Terlepas dari minimnya informasi yang dibagi oleh sang developer – Ember Lab soal dunia yang sebenarnya ditempati oleh Kena, ia tetap disajikan sebagai sebuah dunia fantasi dengan cara kerja yang tentu saja berbeda dengan dunia nyata. Kita bicara soal dunia dimana arwah bisa eksis dan berinteraksi dengan dunia nyata, dimana seorang Spirit Guide adalah pekerjaan yang dikenali dan diakui, dimana sihir dan monster eksis di satu ruang yang sama. Kita memang tidak bisa melihat seperti apa keseluruhan dunia Kena bekerja, namun kita setidaknya bisa “mengintip” porsi kecil dari desa yang kita singgahi, yang berisikan teknologi-teknologi sederhana, hutan rindang, dan begitu banyak reruntuhan kuno di beragam sudut yang ada.

Walaupun ia banyak bekerjasama dengan talenta kreatif Indonesia, seperti di voice acting dan musik yang akan kita bicarakan di sesi khusus nantinya, Kena: Bridge of Spirits tidak lantas menjadikan kebudayaan Asia Tenggara sebagai basis untuk desa yang Anda singgahi ini. Bahwa terlepas dari dominannya pepohonon yang seolah mewakili iklim hujan tropis yang kita miliki, tidak ada satupun hal yang mencerminkan seolah-olah ia datang “meminjam” satu kebudayaan spesifik. Desain arsitektur rumah, desain monster yang Anda temui, desain senjata, desain gambar rune yang tertempel di beragam reruntuhan, semuanya seolah datang dari kisah cerita fantasi yang generik. Tetapi bukan berarti ia tidak tampil elok. Apa yang ditawarkan Kena: Bridge of Spirits dari awal permainan akan siap membuat mata Anda termanjakan.

Salah satu hal yang berhasil dicapai oleh Kena dari sisi bangun dunia adalah proses dramatisasi lewat efek tata cahaya dan cuaca yang harus diakui, mendukung atmosfer cerita dengan cukup tepat. Anda terkadang bergerak memanjat sebuah tebing tinggi untuk menemukan sebuah lokasi spesifik dimana ia jelas didesain untuk membuat Anda terkesima dengan tata dunia yang berada di dataran lebih rendah. Terkadang pertarungan boss dilakukan di antara pepohonan, yang diikuti dengan sinar bulan yang menolak untuk padam. Di kesempatan lain, Anda berujung melewati sebuah hutan lebat dengan hujan deras yang seolah mengindikasikan bahaya yang siap untuk menanti Anda.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 22

Memainkannya di Playstation 5, yang notabene juga dijadikan Sony sebagai ajang pamer performa dan fitur sejak tahun lalu, Kena: Bridge of Spirits datang memesona. Untuk Anda yang mencintai framerate, ada opsi untuk menikmatinya di 60fps dengan dynamic 4K, atau 30fps di 4K native untuk Anda yang lebih menyukai visual. DualSense juga akan memainkan perannya di game ini. Walaupun sensasi Haptic Feedback-nya berujung tidak seintens yang kami bayangkan, namun setidaknya ia memaksimalkan aksi Adaptive Trigger-nya, mengingat tombol serangan dan panah yang bisa diakses Kena sangat mengandalkan tombol L2 dan R2. Namun di situasi pertarungan yang benar-benar intens, teruitama saat Anda hendak mengandalkan busur panah, ini bisa jadi bumerang tersendiri.

Berbeda dengan sesi review kami yang lain, kami tidak akan membicarakan soal kualitas audio, musik, dan voice acting di sesi yang satu ini. Seperti yang bisa Anda prediksi, ada sesuatu yang istimewa dengan aspek ini di Kena: Bridge of Spirits yang menurut kami, lebih menarik untuk disajikan menjadi sebuah sub-judul terpisah. Sesuatu yang kita semua, terutama gamer Indonesia, pantas dibanggakan.

Secara sederhana, Kena: Bridge of Spirits memang bisa dikategorikan sebagai game action / adventure. Terlepas dari tampilan dan potensi yang sebenarnya bisa ia dorong, Ember Lab memutuskan untuk tidak memberikan cita rasa RPG yang kental di sini. Anda memang akan mendapatkan sebuah pohon skill sederhana dan resource untuk mengaksesnya, namun tidak ada sistem level atau memperkuat karakter berdasarkan konsep grinding misalnya. Maka Kena: Bridge of Spirits datang sebagai game petualangan yang di atas kertas, sederhana.

Kena Bridge of Spirits jagatplay 23

Maka Anda akan bergerak dari satu area ke area selanjutnya, yang biasanya akan diisi oleh dua hal – Puzzle dan Battle. Sebagian besar puzzle yang ditawarkan juga akan bisa diselesaikan selama Anda bisa sedikit berpikir rasional, dengan clue yang biasanya tercecer dan tersembunyi di lokasi yang super dekat. Clue biasanya disajikan implisit dimana Anda benar-benar harus butuh sedikit kewaspadaan untuk memerhatikan apa yang “berbeda”. Selain yang mengasah otak, Kena juga menawarkan puzzle berbasis platformer, dimana ketangkasan tangan Anda akan sangat diandalkan. Memahami kemana Anda harus melompat, reruntuhan mana yang perlu Anda “bangkitkan” dengan kemampuan bomb waktu milik Kena, hingga membaca peta dengan tepat akan jadi sesuatu yang perlu Anda lakukan.

Share on Google Plus

About BaronNight

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Solaire of Astora Tertangkap Kamera Sedang Bersih-bersih Jalanan

Jika berbicara soal karakter favorit dari game Dark Souls, banyak fans mungkin akan menjawab sosok Solaire of Astora yang kerap dikenal seba...