
Tidak sedikit seri JRPG yang hanya bertahan dalam beberapa waktu saja. Terkecuali bagi seri Tales, yang rupanya masih bertahan hingga saat ini. Kesuksesan di setiap serinya membuat Bandai Namco tidak menyurutkan semangatnya dalam mengembangkan entri terbaru, demi kepuasan para penggemar dan komunitas dari berbagai belahan dunia. Setelah penantian yang bisa dibilang cukup lama setelah perilisan Tales of Berseria pada 2016 lalu, tepat pada 9 September 2021 Bandai Namco akhirnya kembali menghidupkan franchise ini dengan merilis Tales of Arise.
Dikembangkan dan dirilis oleh Bandai Namco, Tales of Arise kini telah hadir di platform PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, dan PC via Steam. Sebelum meluncurkan versi full, mereka telah merilis versi demo-nya. Setidaknya dari versi demo tersebut telah memberikan gambaran mengenai seperti apa mekanisme di dalam game, termasuk sistem pertarungan. Tales of Arise menjadi salah satu seri Tales saat ini yang hadir di platform next-gen. Dengan mempertahankan ciri khas Tales sebelumnya, seri terbarunya juga memperlihatkan inovasi-inovasi dan tampilan yang lebih baru tentunya.
SELAMAT DATANG DI PLANET DAHNA
Salah seorang budak Dahna yang dijuluki sebagai Iron Mask hadir di permainan, tanpa memiliki ingatan yang jelas dan tidak mengalami rasa sakit apa pun. Nasib dan kehidupannya berubah setelah bertemu dengan sosok perempuan berambut merah muda panjang, yang diketahui namanya adalah Shionne. Aneh bin ajaib, setiap orang yang mencoba menyentuh tubuh Shionne maka akan merasakan sakit atau bahkan pingsan. Uniknya, Iron Mask justru tidak merasakan itu semua. Shionne yang sedang diburu oleh tentara Renan pun berusaha melarikan diri bersama Iron Mask dan Zephyr.
Karena tidak dapat merasakan sakit, Iron Mask alhasil bisa mengaktifkan Master Core yang ada di tubuh Shionne. Dari situlah ia dapat menggunakan pedang berapi selama pertarungan, yang dinamai Blazing Sword. Tugas keduanya sebenarnya sama, yakni menundukkan para Lords yang tersebar di berbagai wilayah di Dahna. Lords ini diketahui telah membuat malapetaka dan menimbulkan perang antar planet. Setelah Iron Mask bersama Shionne berhasil menundukkan salah satu Lord, barulah topeng Iron Mask terbelah separuh. Sejak saat itulah, ia mulai mengingat siapa dirinya dan tujuan hidupnya. Iron Mask yang telah diketahui bernama Alphen kembali dengan pribadi yang baru dan bersama rekannya untuk melanjutkan petualangannya.
Siapa sebenarnya Alphen dan Shionne? Apa tujuan mereka sebenarnya di permainan ini? Demi menghindari spoiler, alangkah baiknya untuk menemukan jawaban tersebut ketika memainkan Tales of Arise tentunya.
MEKANISME PERTARUNGAN YANG SERU DAN KLASIK
Mekanisme pertarungan Tales of Arise bisa dikatakan masih serupa dengan seri Tales pada umumnya. Bagi fans setia Tales besar kemungkinan tentu akan terbiasa dengan sistem battle di dalamnya, karena masih menerapkan model action hack and slash tanpa random encounter yang seringkali menyebalkan di beberapa judul game. Pemain bebas mengaktifkan skill spesial, menyerang dengan Artes, dan menghindari musuh sebisa mungkin. Cakupan area battle di Tales of Arise tergolong cukup luas sehingga memudahkan pemain ketika ingin menghindari serangan musuh. Berkat tampilan layout battle yang minimalis, pemain dapat melihat bahwa di akhir pertarungan tidak ada scene khusus. Result pertarungan justru ditampilkan secara sederhana di pojok kiri ketika karakter sudah kembali ke luar kota.
Seperti yang disebutkan di atas, perk setiap karakter berbeda-beda bergantung pada jenis serangan mereka. Kami beri contoh seperti Alphen yang dapat mengorbankan sedikit HP untuk melancarkan serangannya dengan pedang apinya. Atau misalnya Kisara yang agak kesulitan untuk menghindari musuh dengan evade, namun bisa menangkis serangan musuh dengan perisainya. Kebalikannya, Dohalim mampu melakukan evade hingga dapat melancarkan serangan kritikal dengan tongkat panjangnya. Akan lebih mudah memahami serangan setiap karakter, termasuk perk mereka jika pemain berganti karakter. Bahkan juga menjadi lebih paham seperti apa strategi yang digunakan, mengingat AI masing-masing party juga tidak seburuk yang dikira.
Adapun salah satu mekanisme combat yang ditampilkan di Tales of Arise, yaitu Boost Attack. Sesuai dengan namanya, Boost Attack merupakan salah satu jenis serangan spesial yang dapat dilancarkan oleh satu karakter, dengan menghasilkan efek berbeda dan damage yang lebih besar. Untuk mengaktifkan Boost Attack, pemain perlu mengisi Boost Gauge terlebih dahulu, yang bisa didapatkan melalui serangan normal. Setelah terisi, ikon setiap karakter akan tampak menyala dan menjadi pertanda bagi pemain untuk bisa mengaktifkannya. Namun perlu diingat bahwa cooldown untuk melancarkan jenis serangan ini tidaklah cepat. Sehingga pemain perlu mengatur kembali kapan waktu yang tepat untuk mengaktifkan Boost Attack.
Selain Boost Attack, ada juga Boost Strike, yang memungkinkan antar karakter untuk saling bersinergi dalam mengeksekusikan serangan yang luar biasa. Jenis serangan ini bisa dibilang sebagai serangan combo, yang tentunya dapat mengurangi HP musuh secara drastis atau bahkan K.O instan. Namun kami sarankan untuk mengaktifkan Boost Strike ketika HP musuh sudah mendekati akhir. Guna mengaktifkannya, pemain akan menerima semacam peringatan bertuliskan STRIKE atau ketika memiliki jumlah Combo Count yang tinggi. Seperti Boost Attack, meningkatkan jumlah Combo Count adalah dengan cara melakukan serangan normal maupun penggunaan Artes dan Boost Attack secara terus-menerus.
Selanjutnya ada Mystic Artes, yang menurut kami merupakan serangan spesial yang paling kuat jika dibandingkan kedua jenis serangan di atas. Para penggemar setia Tales tentu tidak asing dengan Mystic Artes, yang kental dengan ciri khas cutscene karakter ketika menunjukkan gerakan terkuatnya. Di beberapa seri Tales, ada beberapa kondisi tertentu untuk mengaktifkan Mystic Artes. Berbeda di Tales of Arise, yang justru memungkinkan pemain untuk membukanya dengan mengaktifkan mode Over Limit. Guna masuk ke dalam mode tersebut, pemain harus melakukan evade yang sempurna (Perfect Evasion). Ketika menggunakan Mystic Artes, maka mode Over Limit juga akan berakhir. Kami merekomendasikan pemain untuk mengaktifkan Artes normal terlebih dahulu sebelum melancarkan Mystic Artes.
Untuk mengaktifkan serangan atau skill Artes, diperlukan Artes Gauge yang terisi secukupnya. Artes Gauge atau AG merupakan resource berwarna biru, yang memungkinkan setiap karakter mengaktifkan Artes dalam pertarungan. Setiap Artes yang dimiliki karakter juga memiliki jumlah konsumsi AG yang berbeda-beda. Apabila ingin mengisi AG kembali, salah satu triknya adalah berhenti menyerang sementara waktu, menghindari serangan musuh, dan menunggu sampai AG terisi secukupnya. Apabila level dan karakter semakin kuat, maka pemain bisa mendapatkan kesempatan untuk membuka Artes yang lebih kuat juga.
Layaknya game JRPG maupun action adventure pada umumnya, Tales of Arise juga menghadirkan sistem Skill Tree, yang dinamai sebagai Skill Panel. Untuk membuka berbagai skill, diperlukan Skill Point (SP) yang bisa didapat dari akhir battle dan menyelesaikan misi. Bukan hanya Artes, Skill Panel juga mencakup kemampuan lainnya seperti membuka buff untuk karakter, meningkatkan jumlah Artes Gauge, dan lainnya. Meningkatkan jumlah AG menjadi salah satu skill yang lebih dianjurkan untuk dibuka di Skill Panel. Agar karakter bisa mengaktifkan Artes secara terus-menerus, serta melakukan cooldown dalam waktu yang tidak lama untuk mencapai mode Over Limit.
0 komentar:
Posting Komentar